Science News, Information and Educational Resources



Science Feed Image

  •    


    Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme
    a. Bakteri
    a.1 mengamati morfologi koloni bakteri
    a.1.1 pada media cawan
    a.1.2 pada agar miring
    a.1.3 pada agar tegak
    a.1.4 pada media cair
    a.2 mengamati morfologi sel bakteri
    a.2.1 dengan pewarnaan sederhana
    a.2.2 dengan pewarnaan negatif
    a.2.3 dengan pewarnaan gram
    a.2.4 dengan pewarnaan endospora
    a.3 mengamati motilitas bakteri
    a.3.1 pengamatan langsung
    a.3.2 pengamatan tidak langsung
    b. Yeast
    b.1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan)
    b.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana)
    c. Kapang
    c.1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan)
    c.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture)
    Bakteri
    A. Mengamati Morfologi Koloni Bakteri
    Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut, khususnya untuk tujuan identifikasi. Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya.
    Cara Kerja :
    · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran
    · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus
    · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation
    · Tumbuhkan biakan pada media NB
    A.1. Pertumbuhan pada Cawan Petri
    Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
    · clip_image002Ukuran; pinpoint/punctiform (titik)
    Small (kecil)
    Moderate (sedang)
    Large (besar)
    · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler, beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media
    · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni.
    Opaque (tidak dapat ditembus cahaya), Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian), Transparant (bening)
    clip_image004
    · Bentuk :
    Circular
    Irregular
    Spindle
    Filamentous
    Rhizoid
    - Elevasi :clip_image006
    Flat
    Raised
    Convex
    Umbonate
    · Permukaan :
    Halus mengkilap
    Kasar
    Berkerut
    Kering seperti bubuk
    · Margins :
    clip_image008
    Entire
    Lobate
    Undulate
    Serrate
    Felamentous
    Curled
    A.2. Pertumbuhan pada Agar Miring
    Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus
    Ciri koloni berdasarkan bentuk:
    clip_image010
    A.3 Pertumbuhan pada Agar Tegak
    Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak.
    Ciri-ciri koloni berdasar bentuk :
    clip_image012
    Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 :
    clip_image014
    A.4 Pertumbuhan pada Media Cair
    Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2
    clip_image016
    A. Mengamati Morfologi Bakteri
    Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan, sel bakteri sulit terlihat. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya, sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan.
    Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. Pada zat warna basa, bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif. Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel. Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet, Methylene Blue, Safranin, Base Fuchsin, Malachite Green dll. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin, Congo Red dll.
    Pewarnaan
    · Pewarnaan sederhana
    - pewarnaan positif
    - pewarnaan negatif
    · Pewarnaan diferensial
    - pewarnaan gram
    - pewarnaan acid fast dll.
    · Pewarnaan khusus
    - pewarnaan endospora
    - pewarnaan flagella dll.
    B.1. Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif)
    Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat, tapi jika suspensi bakteri terlalu encer, maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya.
    Cara Kerja :
    · Bersihkan object glass dengan kapas
    · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass
    · Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu. Jika digunakan biakan padat, maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum, satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata.
    · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 2-3 kali)
    · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue, Safranin, Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik.
    · Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue
    · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10).
    clip_image002[5]
    B.2 Pewarnaan Negatif
    Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya, sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam.
    Prosedur:
    · Ambil dua object glass, teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass
    · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi, lalu dicampurkan
    · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri
    · Biarkan preparat mengering di udara, jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api.
    1clip_image004[5]2clip_image006[5]
    3clip_image008[6]4clip_image010[5]
    Setelah dilihat di mikroskop, maka akan tampak bentuk sel bakteri. Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri
    image
    clip_image002[7]
    A.3. Pewarnaan Gram
    Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi, karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel.Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram:
    image
    image
    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb:
    · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel. Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif.
    · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV), khususnya pada gram positif. Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel, sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur. Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter.
    B.4. Pewarnaan Endospora
    Anggota dari genus Clostridium, Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya. Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif, sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas, kering, dingin, radiasi dan bahan kimia. Tujuan dilakukannya pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif, sehingga pembedaannya tampak jelas.
    Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. Namun jika dengan pewarnaan sederhana, endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan, sel vegetatif berwarna), sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora. Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton.
    image
    image
    Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya
    clip_image002[9] clip_image004[7]
    C. Mengamati motilitas
    C.1 Pengamatan Langsung
    Cara Kerja :
    · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes, ratakan.
    · Tutup dengan cover glass
    · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air.
    C.2 Pengamatan tidak langsung
    clip_image006[7]Cara Kerja :
    · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm.
    · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam
    · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media, hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja
    Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan
    clip_image008[8]Yeast / Khamir
    A. Mengamati morfologi koloni yeast
    · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant.
    · Inkubasi selama 2x24 jam.
    · Setelah didapatkan koloni tunggal, pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri.
    B. Mengamati Morfologi Sel Yeast
    Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler, tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa). Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat, bulat telur, bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 ?m. Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding, tetapi tidak melepaskan diri dari induk. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria, grannula lemak dan glikogen.
    B.1 Melihat bentuk sel Yeast
    Cara Kerja :
    · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam.
    · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi).
    · Tutup preparat dengan cover glass.
    · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10.
    B.2 Melihat bentuk spora sel Yeast
    Cara kerja :
    · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari.
    · Fiksasi dengan api bunsen.
    · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu:
    Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik. Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap). Cuci preparat dengan air mengalir. Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka. Amati di bawah mikroskop. Perhatikan spora yang berwarna
    Kapang / Jamur
    clip_image010[7] Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benang-benang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat). Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur, seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides. Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya.
    A. Mengamati morfologi koloni kapang
    Cara kerja :
    · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganh-tengah cawan petri.
    · Inkubasi selam beberapa hari.
    · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar.
    B. Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture)
    Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan. Dengan teknik ini, spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut.
    B.1 Metode Heinrich’s, cara kerja :
    · Siapkan object glass, cover glass, tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave.
    · Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis).
    · Tutup dengan cover glass.
    · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. Berikan sampai setengah luasan cover glass. Tekan cover galss secara media merata.
    · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam.
    · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop.
    clip_image012[5]
    B. 2 Metode Riddel, cara kerja :
    · Persiapan sama seperti di atas
    · Setelah semua steril, potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass.
    · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar.
    · Tutup potongan agar dengan cover glass.
    · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam.
    · Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop.
    clip_image014[6]
    B.3 Prosedur yang lebih sederhana, cara kerja :
    · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass.
    · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair.
    · Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak).
    · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L.
    · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut.
    · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata.
    · Inkubasi selama 2x24 jam.
    · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang
    clip_image016[5]
    biologipedia.blogspot.com


      ...Read On



    Kompetensi : mahasiswa mengetahui beberapa teknik uji aktivitas enzimatik.
    Aktivitas enzimatis mikroorganisme :
    a. Uji aktivitas eksoenzim :
    Ø Uji amilolitik
    Ø Uji lipolitik
    Ø Uji proteolitik
    b. Uji aktivitas endoenzim :
    Ø Uji oksidase
    Ø Uji katalase
    Ø Uji Triple Sugar Iron Agar
    Uji Amilolitik
    Amilum adalah senyawa yang memiliki berat molekul tinggi, terdiri atas polimer glukosa yang bercabang-cabang yang diikat dengan ikatan glikosidik. Degradasi amilum membutuhkan enzim amilase yang akan memecah/menghidrolisis menjadi polisakarida yang lebih pendek (dextrin), dan selanjutnya menjadi maltosa. Hidrolisis akhir maltosa menghasilkan glukosa terlarut yang dapat ditransport masuk ke dalam sel. Indikator yang dipakai pada uji amilolitik adalah iodine. Amilum akan bereaksi dengan iodine membentuk warna biru hitam yang terlihat pada media.
    Prosedur di bawah ini menunjukkan aktivitas amilase. NA yang tersuspensi pati digunakan sebagai media. Indikator yang dipakai adalah iodine. Amilum akan bereaksi dengan iodine membentuk komplex warna biru hitam yang terlihat pada media. Warna biru hitam terjadi jika iodine masuk ke dalam bagian kosong pada amilum yang berbentuk spiral.
    clip_image002
    Cara Kerja :
    · Inokulasi Nutrient Agar yang mengandung pati (2 g/l) dengan E.coli dan Bacillus sp. secara streak.
    · Inkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC
    · Setelah selesai inkubasi, tetesi cawan dengan lugol’s iodine secukupnya sehingga seluruh permukaan media terkena.
    · Hidrolisis zat pati terlihat sebagai zona jernih di sekeliling koloni, sedangkan hasil negatif ditunjukkan warna sekitar koloni tetap biru hitam.
    clip_image004clip_image006
    Uji Lipolitik
    Lipid misalnya trigliserida merupakan sumber energi bagi sejumlah mikroorganisma. Untuk mendapatkan energi dari lipid, mikroba menghasilkan enzim lipase dan esterase yang memecah ikatan ester menghasilkan gliserol dan asam lemak.
    Terdapat berbagai macam prosedur untuk mengetahui aktivitas lipase diantaranya adalah dengan menggunakan media Trybutirin Agar, Rodhamine Agar dan Spirit Blue Agar. Pada prinsipnya metode-metode di atas menggunakan indikator yang mampu mendeteksi keberadaan asam lemak yang terbentuk akibat hidrolisis lemak.
    clip_image008
    Cara Kerja :
    · Inokulasikan Bacillus sp. dan E. coli pada media Tributyrin Agar dengan indikator neutral red
    · Inkubasi pada suhu 37oC selama 48 jam.
    · Reaksi positif ditandai oleh bercak-bercak kuning disekeliling koloni, sedangkan reaksi negatif ditandai oleh bercak-bercak yang tetap berwarna merah.
    clip_image010clip_image012
    Uji proteolitik
    Uji proteolitik ditujukan untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme menghasilkan enzim protease. Pada praktikum ini protein yang digunakan dalam bentuk kasein susu. Hidrolisis kasein secara bertahap akan menghasilkan monomernya berupa asam amino. Proses ini dinamakan peptonisasi atau proteolisis
    clip_image014
    clip_image016clip_image020
    Cara Kerja :
    · Inokulasikan Bacillus sp. Dan E. coli pada Skim Milk Agar (SMA)
    · Inkubasi pada suhu 37oC selama 48 jam.
    · Aktivitas proteolitik ditunjukkan oleh terbentuknya zone jernih di sekeliling koloni.
    Uji Oksidase
    clip_image022Enzim oksidase memegang peranan penting dalam transport elektron selama respirasi aerobik. Sitokrom oksidase mengkatalisis oksidasi dan reduksi sitokrom oleh molekul oksigen. Enzim oksidase dihasilkan oleh bakteri aerob, fakultatif anaerob, dan mikroaerofilik. Mikroorganisme ini menggunakan oksigen, sebagai akseptor elektron terakhir selama penguraian karbohidrat untuk menghsilkan energi. Kemampuan bakteri memproduksi sitokrom oksidase dapat diketahui dari reaksi yang ditimbulkan setelah pemberian reagen oksidase pada koloni bakteri. Enzim ini merupakan bagian dari kompleks enzim yang berperan dalam proses fosforilasi oksidatif. Reagen yang digunakan adalah tetramethyl-D-phenylenediamine dihydrocloride. Reagen akan mendonorkan elektron terhadap enzim ini sehingga akan teroksidasi membentuk senyawa yang berwarna biru kehitaman. Positif tertunda (warna biru muncul antara 10-60 detik setelah ditetesi) menandakan bahwa bakteri uji memiliki sedikit enzim. Tidak adanya perubahan warna mengindikasikan bahwa uji yang dilakukan negatif.
    Cara Kerja :
    · Koloni bakteri diambil satu tetes (sebaiknya dari biakan cair) secara aseptis dan diinokulasikan pada Object glass.
    · Diatas object glass diberi kertas merang yang sehingga tetesan tersebar pada kertas.
    · Tetesi dengan reagen, lalu lihat perubahan yang terjadi
    · Jika warna berubah menjadi biru marun maka hasil uji positif, sedangkan bila tidak terjadi perubahan maka hasil uji negatif. Hasil uji positif tertunda jika warna biru muncul antara 10-60 detik setelah ditetesi.
    clip_image024clip_image026
    Uji Katalase
    Selama respirasi aerobik (proses fosforilasi oksidatif), mikroorganisme menghasilkan hidrogen peroksida, bahkan ada yang menghasilkan superoksida yang sangat beracun. Senyawa ini dalam jumlah besar akan menyebabkan kematian pada mikroorganisme. Senyawa ini dihasilkan oleh mikroorganisme aerobik, fakultatif aerob maupun mikroaerofilik yang menggunakan jalur respirasi aerobik.
    clip_image028
    clip_image030Superoksida dismutase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk penguraian khususnya superoksida pada organisme aerob yang bersifat katalase negatif. Produksi katalase bisa diidentifikasi dengan menanmbahkan reagen H2O2 pada suspensi bakteri. Jika dihasilkan gelembung gas, berarti bakteri tersebut mampu memproduksi enzim katalase. Jika tidak dihasilkan gelembung gas berarti uji katalase dinyatakan negatif.
    Cara Kerja :
    · Koloni bakteri diambil satu ose secara aseptis dan diinokulasikan pada Object glass.
    · Dengan menggunakan pipet tetes, 3% H2O2 diteteskan pada Object glass secukupnya.
    · clip_image032Amati adanya gelembung untuk hasil positif dan tidak ada gelembung untuk hasil negatif (hati-hati membedakan antara gelembung yang muncul dari sel dengan kumpulan sel yang mengambang akibat ditambahi reagen).
    Uji Triple Sugar Iron Agar
    TSIA adalah uji yang dirancang untuk membedakan beberapa jenis bakteri yang termasuk kelompok Enterobacteriaceae, yang bersifat gram negatif dan memfermentasikan glukosa membentuk asam sehingga dapat dibedakan dengan bakteri gram negatif intestinal lain. Perbedaan ini didasarkan pada pola fermentasi karbohidrat dan produksi H2S pada tabung reaksi. Untuk mengamati fermentasi karbohidrat, media TSIA mengandung laktosa dan sukrosa dengan konsentrasi 1%, dan mengandung glukosa dengan konsentrasi yang lebih rendah yaitu 0,1%. Konsentrasi ini akan berpengaruh terhadap penggunaan karbohidrat dan keadaan asam yang terbentuk. Indikator pH (Phenol Red) ditambahkan untuk menunjukkan adanya perubahan pH akibat fermentasi karbohidrat. Perubahan warna menjadi kuning menandakan asam, sedangkan warna menjadi lebih merah menendakan media menjadi basa. Warna media mula-mula adalah merah-orange. Selain itu ditambahkan FeSO4 untuk mendeteksi adanya gas H2S.
    Cara kerja :
    · Inokulasikan biakan pada media TSIA dengan cara inokulasi tusuk kemudian dilanjutkan dengan diulaskan lurus tegak pada agar miring (lihat gambar).
    · Inkubasi pada 37oC selama 24-48 jam.
    · Interpretasikan hasil dengan melihat keterangan dibawah ini.
    clip_image036clip_image038
    = slant dan butt merah (alkali) atau tidak terjadi perubahan warna à tidak terjadi fermentasi karbohidrat, sedangkan pepton yang ada digunakan untuk sumber energi dalam keadaan aerob atau anaerob sehingga meningkatkan pH karena produksi amonia clip_image034meningkat sebagai hasil samping metabolisme protein. Jika kemerahan lebih pekat pada slant maka terjadi degradasi aerobik peptone, sedangkan warna merah pekat tampak di semua media maka interpretasinya adalah degradasi peptone secara aerob maupun anaerob.
    = slant merah (alkali) sedangkan butt kuning (asam) dengan atau tanpa produksi gas à hanya terjadi fermentasi glukosa, sedclip_image040angkan fermentasi laktosa dan sukrosa tidak terjadi. Sel lebih memilih untuk mendegradasi glukosa terlebih dahulu karena glukosa adalah monosakarida yang dapat langsung massuk ke dalam jalur metabolisme (glikolisis). Media mengandung glukosa yang sangat sedikit (lebih sedikit dibanding laktosa dan sukrosa) sehingga jumlah asam pada permukaan (slant) hilang secara cepat menjadi basa, karena pada mulanya bagian slant telah menjadi kuning tapi dalam waktu lebih dari 24 jam sel akan kehabisan glukosa dan memilih untuk memanfaatkan protein sehingga media menjadi merah.
    clip_image042= slant dan butt kuning (asam) dengan atau tidak adanya gas à telah terjadi fermentasi glukosa, laktosa dan atau sukrosa karena laktosa dan sukrosa memiliki konsentrasi yang lebih tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk substrat fermentasi lanjutan (jika glukosa habis) menghasilkan asam yang ditandai warna kuning setelah 24 jam.
    clip_image044= butt berwarna kehitaman à adanya H2S yang bereaksi dengan senyawa besi FeSO4 pada media menghasilkan FeS yang berwarna kehitam-hitaman. H2S ini merupakan hasil dari metabolisme protein
    clip_image046media pecah atau terangkat à timbul gas sebagai hasil samping fermentasi


    clip_image048
    biologipedia.blogspot.com


      ...Read On



       
    You can link to this article on your web site using following code:

    Website Code:

    Forum Code:  




     
     
    Comments

    We're looking for comments that are interesting, substantial or highly amusing. If your comments are excessively self-promotional (use your real name, no keywords please), obnoxious, or even worse, boring, you will be banned from commenting. Your comment must be related to the post. Please do not comment on how great or wonderful the post is. All comments are moderated and, if approved, will display in less than 24 hours.


    blog comments powered by Disqus
    Tags For This Article
    , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,