Science News, Information and Educational Resources



Science Feed Image
   


Ikan merupakan kelompok vertebrata air yang jumlahnya sangat melimpah. Ada sekitar 25.000 spesies ikan yang diperkirakan hidup dibumi ini, baik di air tawar ataupun di laut.
Vertebrata mirip ikan ada di Amerika Utara, Eropa, dan Australia. Fosil yang ditemukan diperkirakan berasal dari periode Ordovician (440-510 miliar tahun lalu). Kebanyakan vertebrata awal memiliki dermal bone, yaitu suatu kulit yang berstruktur keras. Evolusi pada struktur jaringan terkalsifikasi sangat berpengaruh dala evolusi vertebrata.
Semua vertebrata mirip dengan ikan dinamakan dengan Ostracoderm (kulit mirip dengan cangkang). Sebagian besar ditutupi oleh kulit yang keras, tidak memiliki rahang, punya sirip lateral yang berpasangan, mulut berupa celah atau lubang berbentuk lingkaran di bagian depan dari tubuh hewan. Struktur ekor menunjukkan bahwa hewan tersebut berada pada bagian dasar perairan.
Ikan secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Agnatha dan Gnathostoma.
A. Agnatha
Agnatha merupakan kelompok ikan yang pertama kali dikelompokkan oleh Cope (1889) bersama dengan Gnathostoma. Agnatha merupakan kelompok ikan tidak berahang. Ada tiga macam kelompok besar Agnatha, yaitu:
1. Osteostracida
Memiliki ciri-ciri berupa kepala yang memiliki perisai, sepasang bukaan (diperkirakan merupakan organ mata), dan bukaan tunggal di bawah kanal naso-hipofaringeal.
2. Anaspida
Memiliki tubuh yang streamline (pipih) dan sisik yang kecil berguna untuk menjadi perenang yang tangguh. Ekor hiposersal mungkin dihasilkan dari bagian anterior (berenang). Di bagian belakang kepala ada barisan pori-pori yang dipertimbangkan sebagai insang.
3. Pteraspidomorphida
Pteraspidomorphida merupakan kelompok Agnatha dengan kepala dan tubuh yang dilindungi oleh lapisan yang keras. Pteraspidomorphida merupakan kelompok Agnatha yang paling sukses secara taksonomi dan jangka waktu dalam penemuan fosil.
Ada tiga kelompok utama ikan yang masuk dalam kelompok Agnatha, terutama yang masih hidup. Adapun ketiga kelompok tersebut adalah slime hag, Hag fish, dan Lamprei.
B. Gnathostoma
Gnathostoma dikarakterisasi dengan adanya rahang, atau sering dikenal dengan ikan berahang. Ada 4 kelompok (kelas) utama dari Gnathostoma, yaitu Chondrichtyes dan Osteichtyes (Teleostei) dan dua kelompok yang sudah punah, yaitu Acanthodii serta Placodermi.
Kelas Chondrichtyes dibagi menjadi dua subklass utama, yaitu Elasmobranchii (hiu dan ikan pari) dan Holocephalii (chimaeras). Sementara itu, kelompok Osteichtyes dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Actinopterygii (ray finned fish) dan Sarcopterygii (Coelacanths, lungfish, dan tetrapoda).
1. Fosil Gnathostoma
Fosil Gnathostoma dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Acanthodii dan Placodermi.
a. Acanthodii
Kelompok ini sering dijuluki dengan hiu berduri. Secara relatif memiliki bentuk yang memang mirip dengan ikan. Hidup pada pertengahan periode Silurian dan punah pada pertengahan Permian (290-245 Miliar tahun lalu). Kebanyakan kelompok Acanthodii merupakan kelompok ikan kecil yang tidak lebih dari 20 cm, tetapi ada yang ukurannya diperkirakan lebih dari dua meter. Acanthodii memiliki duri yang kuar sebelum sirip dorsal, sirip anal, dan sepasang sirip. Memiliki sisik yang mirip dengan mahkota.
Acanthodii memiliki karakter berupa mata yang lebar, diperkirakan merupakan perenang pada perairan tengah, beberapa di antara mereka mengembangkan gigi yang kuat, sedang sebagian yang lain merupakan filter feeder, yaitu memeroleh makanan dengan menyaring air yang ada disekitarnya.
b. Placodermi
Placodermi merupakan sekelompok yang sangat variatif dengan lapisan pelindung tubuh yang sangat keras dan tebal. Kelompok ini berkembang pada zaman Devonian (408-360 miliar tahun lalu). Kelompok ini memiliki rahang yang sangat primitif.
Placodermi merupakan kelompok dengan yang pipih dorsoventral. Semua memiliki pelindung pada kepala yang mampu digerakkan dengan pelindung pada bagian depan dari tubuhnya.
c. Actinopterygii
Asal muasal dari kelompok Actinopterygii berawal dari periode Silurian sampai awal Devonian (400 miliar tahun lalu). Kelompok ini merupakan kelompok monofiletik dengan anggota lebih kurang sebanyak 23.000 spesies.
Notes! Exception of rule: sebuah pengecualian!
“Cladistia – Polypterus merupakan pengecualian. Mereka terdiri dari 10 spesies di Afrika tropis dan Erpetoichthys calabaricus – reedfish”
Teleostomi merupakan kelompok yang tersusun atas Acanthodii dan Osteichtyes. Radias Teleostei sangatlah besar, mendekati 20.000 spesies, bahkan ada juga yang mengatakan 30.000 spesies. Hampir separuh dari vertebrata yang masih hidup adalah Teleostei. Teleostei mendominasi perairan, sebagaimana dengan tetrapoda yang mendominasi daratan.
Teleostei pertama kali ada pada periode Triassic (240 mya), yang diperkirakan tidak berasal dari kelompok monofiletik. Kebanyakan garis evolus menggambarkan adanya independensi yang diturunkan dari kelompok nenek moyang polidophorid. Lebih atau sedikit menunjukkan bahwa radiasi pada teleostei merupakan sebuah kelompok yang monofiletik.
Monofiletik dari Teleostei
Pendapat dari monofiletik pada teleostei didukung oleh dua ahli, yaitu Lauder dan Liem. Keterangan yang didukung adalah sebagai berikut:
1. Premaksila yang mobile (mampu digerakkan)
2. Adanya premaksila yang mampu digerakkan menyebabkan adanya gerakan maju mundur pada rahang.
3. Kemampuan maju mundur pada rahang berevolusi sebanyak 3 kali pada radiasi teleostei. Kelompok tersebut adalah Ostariophysi – cyprinniformes, Atherinomorpha, dan Percomorpha khusunya pada Cichlids dan labroid.
Pada klasifikasi, teleost dibagi menjadi 4 kelompok utama, yaitu:
1. Superordo Osteoglossomorpha
Superordo ini merupakan teleostei yang paling primitif bila dilihat dari filogenetiknya. Karakter yang paling mencolok dari kelompok ini adalah lidah keras bertulang. Fosil yang dijumpai diketahui ada sejak zaman Jurasik atas (163-144 mya).
Ciri-ciri morfologis dari kelompok ini adalah adanya tambalan gigi yang besar pada lidah (basihyal) dan basibranchialis pada bagian berlawanan dari paraspenoid dari tambalan gigi. Penangkapan mangsa diinisiasi oleh penghisapan secara inersial. Lidah berperan dalam penggigitan selama proses pemangsaan.
Karakter yang ada pada osteoglosomorpha yang masih hidup antara lain adalah susunan khas dari lubang pencernaan dan adanya proses unik pada hipobrankial. Semua memiliki kebiasaan memelihara keturunan pada mulut dan yang menarik merupakan ikan paternal yang memelihara keturunan.
Osteoglossomorpha dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Osteoglossoidei dan Notopteroidei. Contoh osteoglossoidei adalah Osteoglossum sp., Scleropages sp.
2. Superordo Elopomorpha
Superordo ini memiliki 5 kelompok besar, yaitu:
i. Elopidae
Contohnya adalah kelompok tenpounders yang banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis.
ii. Megalopidae
Contoh Megalopidae adalah tarpons yang merupakan ikan di perairan laut tropis dan subtropis, meskipun trapons kadang memasuki area perairan tawar.
iii. Albuloidei
Merupakan kelompok belut laut dalam yang meliputi halasauroids dan albuloids.
iv. Angulloid (sebangsa belut)
Anguloid merupakan kelompok terbesar dari Elopomorpha. Ada 19 famili, 147 genus, dan 600 spesies.
v. Saccopharungoidea
Kelompok ini merupakan kelompok yang paling aneh dan unik. Terbagi menjadi 3 genus dengan 11 spesies.
c. Superordo Clupeomorpha
Clupeomorpha merupakan kelompok yang awalnya didefinisikan sebagai aggregat dari teleost yang masih hidup – ada sekitar 5 famili dengan 300 spesies. Meskipun begitu, biomassa dari superordo ini sangatlah besar. Kelompok ini juga merupakan kelompok terbesar ikan yang tidak didomestikasi oleh manusia tetapi paling banyak dipanen manusia. Jumlah pengambilan spesies dari kelompok ini diperkirakan 60-70 juta ton pada periode 1991.
Populasi dari kelompok ini pertama kali mengalami kenaikan drastis kemudian turun secara perlahan. Salah satu contohnya adalah Engraulis ringens yang naik pada 1960 sebanyak 8-12 juta tons dan turun ke 2 juta tons pada tahun 1973. Penurunan populasi disebabkan oleh adanya El Nino dan pengambilan dalam jumlah berlebih (overfishing).
Siapakah kelompok Clupeid?
Clupeid memiliki anggota famili lebih kurang sebagai berikut:
i. Denticipitoidei
Kelompok yang diketahui dari genus monofiletik Denticeps – ikan kecil yang aneh dalam denticles.
ii. Engraulidae
Kelompok ini diketahui dari adanya mulut yang memiliki moncong menggantung. Ada 16 genus dan 140 spesies, dari Anchovies.
iii. Chirocentridae
Kelompok ini merupakan kelompok ikan haring serigala, salah satu dari sekian Clupeid yang memburu mangsa.
iv. Dussumieriidae
Kelompok ini dikenal dengan ikan haring bulat, ada 7 genus dengan 10 spesies total.
v. Clupeidae
Kelompok ini merupakan kelompok ikan haring sejati, shads (ikan laut), dan menhadens yang semuanya berjumlah 90 genus dengan total spesies ada 190.
d. Superordo Ostariophysi
Kelompok ini merupakan kelompok monofiletik. Secara kasar, hampir ¾ dari ikan yang ada di darat merupakan anggota dari Ostariophysi. Hal itu disebabkan karena mereka begitu dominan di perairan tawar, kecuali Australia, New Zealand, dan Antartica (sama sekali tidak ada). Kelompok ini memiliki ciri khas berupa aparatus weber yang merupakan otophysic kompleks yang menghubungkan spesialisasi kantung renang, telinga dalam, ligamen, dan tulang belakang bagian depan.
Superordo Ostarophysi memiliki keragaman spesies yang sangat besar. Superordo Ostariophysi masuk dalam kelas Actinopterygii.
i. Cypriniformes
Kelompok ini merupakan kelompok dengan jumlah spesies sekitar 2422, yang termasuk dalam 6 famili dan 256 genus. Cypriniformes meliputi ikan kecil dan ikan berbentuk seperti ikan mas. Cypriniformes meliputi ikan air tawar di Amerika Utara, Afrika, Eurasia, India, China, Malaya dan Borneo.
a). Cyprinidae
Terbagi menjadi kelompok Cyprininae, Rasboraninae, Abramineae.
b). Cobitidae
Terbagi menjadi kelompok spesies Pangio spp.dan Botia spp.
c). Balitoridae
Balitoridae dikarakterisasi dengan habitatnya yang ada di daerah aliran sungai di perbukitan. Contoh spesies adalah dari Balitorineae – Neogastromyzon neuwenhuisii dan Nemacheilineae – Nemacheilus fasciatus.
d). Gyrinocheilidae (pemakan alga)
Gyrinocheilidae pustulotus merupakan contoh yang ada di Indonesia, tepatnya di Kalimantan Barat.
ii. Characiformes
Ordo ini merupakan ordo yang memiliki diversitas ekologi yang tinggi, adanya sirip adiposa, pergantian gigi, sisik stenoid – dengan istilah ikan pada bahasa Inggris adalah tetras, pacus, silver dollars, dan piranha. Contohnya adalah Pacus sp. Atau bawal air tawar.
iii. Siluriformes
Siluriformes memiliki keanekaragaman spesies tertinggi kedua setelah Cypriniformes, yaitu 2211 spesies dalam 30 famili dan 400 genus. Kelompok ini ditandai dengan adanya gigi pada permukaan bawah dari mulut, reduksi dari tulang tengkorak, sirip lemak, patil, tidak adanya sisik sejati. Beberapa dari mereka berukuran sangat besar 3m – 330 kg. Candiru, suatu spesies ikan dari trichomycterid yang mampu berenang ke urethra. Bersifat rheofilik, artinya bernafas dari udara dan pergerakan terestrial.
Klasifikasi Siluriformes adalah sebagai berikut.
a). Siluridae
Contoh spesies pada Siluridae adalah Kryptopterus bicirrhis (ikan kaca) – dengan sirip punggung yang mengecil dengan 1-2 jari lunak, dilengkapi satu pasang sungut yang sangat panjang.
b). Bagridae
Bagridae dikenal dengan sebutan ikan bagrid berkumis. Contohnya adalah Bagrichthys hypselopterus dengan panjang sirip punggun mencapai pangkal sirip ekor.
c). Schilbidae
Kelompok ini memiliki contoh spesies Laides sp.
d). Chacidae
Kelompok ini memiliki contoh Chaca bankanensis dengan habitat di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Malaysia pada sungai-sungai di dataran rendah.
e). Pangasiidae
Pangasiidae memiliki anggota lebih kurang 22 spesies plus. Salah satu contoh anggotanya adalah Pangasianodon gigas, yang merupakan ikan air tawar terbesar dengan habitat asli Sungai Mekong.
e. Superordo Acanthopterygii
Kelompok ini tersusun atas 13.500 spesies dalam 251 famili. Memiliki karakter berupa sisik stenoid, adanya dua macam sisik dorsal, ekor yang simetris. Kelompok ini dibagi menjadi 3 seri, yaitu sebagai berikut.
i. Mugilomorpha
Ada 66 spesies dengan ciri khas dapat melompat dari air. Sangat penting dalam perekonomian.
ii. Atherinomorpha
Merupakan kelompok ikan yang sukses hidup pada bagian permukaan dari air. Salah satu contoh yang terkenal adalah ikan gupi.
iii. Percomorpha
Kelompoj percomorpha memiliki anggota sebanyak 12.000 spesies dengan korset pada bagian depan pelvis. Kelompok ini masih belum terklasifikasikan dengan baik. Adapun ordo-ordo yang ada adalah:
a). Stephanoberyciformes (whalefish)
b). Bericiformes (ikan tupai)
c). Zeiformes
d). Gasterosteiformes
e). Synbranchiformes (belut rawa)
f). Scorpaniformes (ikan kalajengking dan ikan batu)
g). Perciformes
Ordo Perciformes disusun atas 148 famili dan 9300 spesies. Beberapa contoh diantaranya adalah Tetraodon spp.
biologipedia.blogspot.com


  ...Read On



   
You can link to this article on your web site using following code:

Website Code:

Forum Code:  




   
Comments

We're looking for comments that are interesting, substantial or highly amusing. If your comments are excessively self-promotional (use your real name, no keywords please), obnoxious, or even worse, boring, you will be banned from commenting. Your comment must be related to the post. Please do not comment on how great or wonderful the post is. All comments are moderated and, if approved, will display in less than 24 hours.


blog comments powered by Disqus